• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Bantu Petani Tambak Udang, KKN ITS Rancang Aerator Berbasis Fotovoltaic

by Redaksi
Rabu, 10 Agustus 2022
Aerator berbasis fotovoltaic yang dipasang di kawasan Kelurahan Gununganyar Tambak, Surabaya.

Aerator berbasis fotovoltaic yang dipasang di kawasan Kelurahan Gununganyar Tambak, Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Penggunaan aerator yang masih tradisional oleh para petani tambak udang membutuhkan sumber listrik yang cukup besar, sehingga menurunkan efektivitas produksi para petani tersebut. Maka dari itu, tim Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN PM) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan aerator berbasis fotovoltaic guna memperkuat ekonomi para petani.

Ketua Tim KKN PM I Putu Eka Widya Pratama menyampaikan, aerator penting untuk memberikan pasokan oksigen dalam mengembangkan budidaya tambak udang. Dosen yang akrab disapa Eka ini menjelaskan, timnya memilih Kelurahan Gununganyar Tambak, Surabaya untuk penerapan inovasi tersebut. Sebab merupakan salah satu desa yang sedang mengembangkan budidaya tambak udang dan diharapkan menjadi desa digital dengan mengembangkan energi terbarukan.

Dosen Departemen Teknik Instrumentasi ini mengungkapkan, anggota KKN yang dipimpinnya terdiri dari 14 mahasiswa dari Departemen Teknik Instrumentasi, tujuh mahasiswa Departemen Teknik Elektro, dan dua mahasiswa Departemen Statistika Bisnis. Kegiatan KKN ini sendiri sudah mulai dilaksanakan dari bulan Juni lalu.

BACA JUGA:  Komunikasi dan Ikuti Tren Adalah Kunci Seorang Perencana

“Di sini (kegiatan KKN PM, red) para mahasiswa dapat berkontribusi dengan mengembangkan energi terbarukan untuk Desa Gunung Anyar Tambak,” ujar Eka.

Dijelaskan Eka lagi, timnya ini membuat sebuah alat yang dinamakan aerator berbasis fotovoltaic. Yakni, alat penghasil gelembung udara bertenagakan cahaya matahari yang berfungsi untuk menghasilkan tambahan oksigen pada akuarium, dalam hal ini yaitu tambak. Dengan adanya alat tersebut, dapat meningkatkan jumlah dan mutu oksigen yang dibutuhkan oleh udang di tambak tersebut.

“Dengan begitu udang akan tumbuh lebih sehat dan cepat,” terangnya.

Selain menggunakan energi yang ramah lingkungan, lanjut Eka, alat ini akan menggunakan sistem yang bekerja secara otomatis. Eka memaparkan bahwa ketika panel surya terkena sinar matahari, maka akan melepaskan listrik yang dikendalikan oleh pengontrol untuk menstabilkan tegangan keluaran energi dari panel surya. Pengontrol menempatkan energi panel surya ke dalam baterai ketika mesin tidak bekerja, yang sering disebut pengisian baterai.

BACA JUGA:  Edukasi Siloam Hospitals Surabaya, Olahraga Perlu Disesuaikan dengan Usia

Saat mesin bekerja, daya dari motor diambil dari baterai dan melewati pengontrol. Saat tegangan pengisian di baterai telah mencapai keadaan penuh, maka pengontrol akan menghentikan arus listrik yang masuk ke dalam baterai untuk mencegah pengisian yang berlebihan. Sehingga ketahanan baterai akan jauh lebih tahan lama.

“Dengan begitu, baterai aerator ini akan bertahan selama 10 – 15 tahun,” ungkap Eka.

Lulusan Magister Universitas Aachen, Jerman ini menyebutkan, komponen yang digunakan pada aerator ini terdiri dari panel surya 200 Wp 24VDC, rangka aerator sebagai tempat pemasangan panel surya, kincir delapan daun untuk pandayung air dan mengembalikan kadar oksigen, motor DC PG45 RPM 500 Torsi 25 kilogram sebagai penggerak kincir, pelampung sebagai pengangkat komponen, serta box panel sebagai pelindung alat yang menggunakan jaringan listrik.

BACA JUGA:  Warga Diimbau Waspadai Dokumen Tidak Resmi Pengadaan CPNS 2024

Sedangkan untuk mengaktifkan alat ini, hanya perlu menggunakan tombol power pada box panel yang berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan sistem. Saat diaktifkan, motor akan memutar kincir secara otomatis untuk menghasilkan gelembung udara. Aerator ini sendiri akan bekerja sesuai jam dan menit tertentu.

“Alat ini akan berhenti beroperasi selama empat jam yakni dari jam 11.00 sampai 14.00,” sebutnya.

Untuk ke depannya, Eka berharap dapat menerapkan Internet of Things (IoT) pada aerator tersebut. Sehingga para petani dapat mengendalikan dan memantau aerator dari rumah dengan menggunakan smartphone yang sudah terintegrasikan. Untuk saat ini, Eka berharap aerator yang ada sekarang dapat meningkatkan efektivitas hasil produksi petani Kelurahan Gununganyar Tambak.

“Semoga dapat meningkatkan kualitas dan jumlah udang petani,” tandasnya penuh harap. (ST05)

Tags: Aerator Berbasis FotovoltaicEnergi TerbarukanITSKKNPetani Tambak Udang
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In