SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yakin peran lembaga pendidikan swasta akan berkontribusi aktif dalam mewujudkan Indonesia menjadi salah satu negara terbesar di dunia pada tahun 2045. Hal ini baik pendidikan dasar, menengah maupun tinggi.
Ia mengatakan bahwa hal tersebut tidak begitu saja terbukti tanpa adanya kekompakan dari setiap unsur lembaga pendidikan swasta termasuk dari Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas.
“Bahwa yang akan mengantarkan Indonesia ke misi 2045 sebagai salah satu dari lima negara besar di dunia bukan karena ukurannya besar tapi karena sumber daya manusianya yang unggul adalah lembaga pendidikan tinggi swasta di Indonesia,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikannya Emil di Musyawarah Nasional (Munas) V Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI). Munas dilaksanakan di JW. Marriott Hotel Surabaya, Kamis (21/7).
Menurut Emil, peran lembaga pendidikan swasta di Indonesia sangat besar. Salah satunya nampak pada persentase tingkat pendidikan menengah yang secara mayoritas ditangani lembaga pendidikan swasta.
“Misalnya pendidikan menengah itu ternyata hanya 22 persen jumlahnya yang masuk pada pendidikan menengah yang negeri, itu artinya 78 persen adalah swasta, sebegitu dominannya swasta dalam kehidupan kita hari ini,” jelasnya.
“Artinya apa? bahwa lembaga pendidikan swasta justru adalah mayoritas dalam mendidik anak-anak bangsa kita” imbuhnya.
Ia berharap Munas V ABP-PTSI bisa menjadi wadah untuk membangun sinergi dan bermitra dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan SDM di Jawa Timur dan Indonesia. Karena menurutnya dalam berbagai aspek Pemerintah harus berperan melalui tiga ran yaitu anggaran, peraturan dan kehadiran.
“Saya yakin kedepannya Pemprov Jawa Timur akan terus mencari langkah-langkah untuk bisa bersinergi bersama, sekali lagi tentunya ada anggaran peraturan dan kehadiran ketiga-tiganya harus berjalan seiring,” pungkasnya. (ST02)





