SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Desa Lebaksari Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro adalah desa yang berada di bantaran sungai Bengawan Solo. Desa Lebaksari mempunyai luas permukiman 55,5 hektare, luas area pertanian 110 hektare dan dengan jumlah penduduk 2272 jiwa.
Desa ini merupakan desa maju di Bojonegoro. Sedangkan dulu desa ini terisolir karena banjir.
Dengan motto Guyub Rukun dan Energik, Desa Lebaksari merupakan desa produktif, dengan mata pencaharian warga sebagai petani, pedagang, perajin dan budidaya dalam menopang perekonomian dan peningkatan kesejahteraan.
Mastukin, warga desa setempat menuturkan, dulu Desa Lebaksari sering kebanjiran dan terisolir, juga jarang panen. “Dalam satu dekade ini sudah tidak pernah terisolir saat banjir, pertanian maju dan pembangunannya meningkat, sekarang jalan sudah nglenyer”, tuturnya.
Terbukti jalan Desa Lebaksari yang dulunya rusak dan sering banjir sekarang sudah bagus dan nglenyer. Seperti yang diucapkan Kepala Desa Lebaksari Zainal Abidin.
“Tentunya semua pembangunan yang dirasakan warga saat ini tidak luput dari program pembangunan Pemkab Bojonegoro. Seperti halnya pembangunan irigasi untuk pertanian, program Bantuan Keuangan Desa (BKD) tahun 2021 untuk jalan.
“Termasuk rencana tahun ini pembangunan cekdam, sehingga Desa Lebaksari bisa menjadi desa maju,” ungkap kades.
Ia menjelaskan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga, pemdes lebih mengutamakan pemberdayaan muatan lokal dan potensi desa. “Kami lebih berfokus untuk mengangkat dan mengoptimalkan potensi-potensi desa dari segi pertanian, pendidikan dan budaya serta pemberdayaan,” ungkapnya.
Salah satu bentuk usaha produktifitas warga adalah budidaya ikan lele yang dikelola oleh kelompok pemuda dan hasilnya sangat bisa dirasakan. “Budidaya lele ini kami kelola 12 orang dari pemuda-pemuda di sini, dan untuk budidaya ini kami sudah bisa menghasilkan 2 ton ikan lele tiapmiinggu”, ungkap Wawan, pembudidaya ikan lele. (ST10)





