SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Terkait Imunisasi Anak (BIAN), Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jatim Arumi Bachsin menjelaskan imunisasi bukan hanya memenuhi hak anak. BIAN merupakan momen penting untuk menutup kesenjangan imunitas yang terjadi selama masa pandemi.
Sebab, selama dua tahun terakhir, sejak 2020-2021, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis. Tercatat pada 2020, target imunisasi yang seharusnya sebanyak 92 persen hanya tercapai hingga 84 persen. Pada 2021 imunisasi ditargetkan 93 persen namun cakupan yang dicapai 84 persen.
Ia mengatakan, diperkirakan ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. “Imunisasi itu alat intervensi kesehatan paling efektif,” ungkapnya.
Dikatakan, berkat imunisasi, harapan hidup masyarakat meningkat dan bisa menjalani hidup secara produktif. “Anak tumbuh sehat dan tidak mudah sakit,” terus dia.
Arumi menerangkan penggerakan kader PKK dibutuhkan untuk memastikan mobilisasi sosial di tingkat desa. Sebab, 2.352.401 anak di Jatim ditargetkan mendapatkan imunisasi tambahan pada BIAN di Agustus 2022 nanti.
“Kita punya kader-kader di lapangan yang banyak dan terlatih dalam hal ini. Kader-kader dari bidang pendidikan dapat turut dikerahkan sebagai petugas di pos, seperti mahasiswa yang menempuh KKN atau Pramuka,” katanya.
Tak hanya itu, terang Arumi, para kader dapat membantu memberikan penyuluhan dan pengetahuan terhadap ibu hamil dan keluarga atas pentingnya imunisasi. “Ada kader yang berperan sebagai penyuluh dan pendamping keluarga, mereka dapat digerakkan untuk memberikan pengetahuan menyeluruh terdapat ibu hamil atau pihak keluarga atas pentingnya imunisasi,” sarannya. (ST02)





