SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo melaksanakan sosialisasikan pencegahan kanker tulang. Melalui SAPA (Selamat Pagi) di Radio Malowopati FM, masyarakat diminta melakukan pencegahan kanker tulang itu dengan mengenali gejala dan tandanya sejak dini.
Dipandu penyiar Lia Yunita, dr Donny Noerhadiono Catur Rakhmadi, Sp.OT mengatakan pentingnya peringatan hari kanker tulang. Mengingat kanker tulang termasuk penyakit yang fatal/mematikan, apalagi jika terlambat mengetahui.
“Karena itu akhir-akhir ini diupayakan agar masyarakat lebih aware/mawas diri jadi lebih cepat diketahui sehingga lebih dapat dicegah kefatalannya,” ungkapnya.
Persentase tingkat tertinggi di Indonesia, kata dia, di zaman dulu 20 persen dari penderita kanker tulang bisa melewati 5 tahun ke depan. Namun akhir-akhir ini sudah meningkat menjadi 70 persen karena kemajuan teknologi.
“Gejala kanker tulang sendiri paling sering kali muncul itu biasanya rasa nyeri,” ungkapnya.
Menurut dr Donny, penyebab kanker tulang itu ada dua. Pertama yang primer, itu sporadis. Artinya tidak diketahui, tiba-tiba muncul. Kedua, bukan primer, akibat penyebaran dari tempat lain. Misal akibat penyebaran dari kanker payudara kemudian menempel di tulang, sehingga menyebabkan kanker tulang.
“Kanker itu adalah perilaku atau sifat dari sel tubuh yang berubah, menjadi berkembang terus lebih cepat dan bisa merusak jaringan di sekitarnya maupun tempat jauh. Umumnya sporadis tiba-tiba ada. Ada beberapa penyakit dianggap kolerasi terhadap timbulnya kanker tulang. Misalnya akibat dari pertumbuhan tulang yang tidak sempurna,” lanjutnya.
Gejala pertama kali yang muncul, lanjut dia, adalah nyeri yang tidak biasa di tempat spesifik yang terkena. Apabila diobati anti nyeri biasa, itu tidak cukup. Nalah menimbulkan kecenderungan untuk terus menambah dosis.
Nyeri ini akan menganggu kualiatas tidur, jadi harus diwaspadai. Selain nyeri, gejala lainnya adalah penurunan berat badan.
Untuk lebih jelas, berikut keterangan Dr. Donny terkait jenis-jenis kanker tulang:
1. Osteosarcoma adalah salah satu jenis kanker tulang yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak atau remaja. Kanker tulang ini bisa tumbuh di mana saja, tapi lebih sering tumbuh pada tulang-tulang berukuran panjang, seperti tulang paha, tulang kering, dan tulang lengan atas. Gejala osteosarcoma antara lain bengkak atau benjolan di sekitar tulang, nyeri tulang atau sendi patah tulang tanpa sebab yang jelas.
2. Chondrosarcoma, ini jenis kanker tulang yang juga sering dijumpai. Biasanya, kanker ini tumbuh dengan perlahan di area tulang rawan pada tulang paha, tulang panggul, dan tulang lengan atas, dan bahu. Walau jarang, chondrosarcoma juga bisa tumbuh di otot, saraf, dan jaringan lunak tangan atau kaki.
3. Sarkoma Ewing, yaitu salah satu jenis kanker tulang pada anak. Kanker ini termasuk jenis kanker langka yang bisa tumbuh di tulang manapun, seperti tulang kaki, paha, dan panggul. Terkadang, kanker juga bisa mempengaruhi jaringan lunak di sekitar tulang, seperti tulang rawan, saraf, atau otot.
4. Chordoma, yaitu jenis kanker tulang langka yang terjadi di tulang belakang atau tengkorak. Kanker ini paling sering terjadi di dasar tengkorak dan di tulang belakang bagian bawah, dan biasanya terjadi pada usia 40–60 tahun.
Lebih lanjut dr. donny menuturkan, agar tidak terkena kanker yang penting adalah kewaspadaan dini. Apabila merasakan nyeri berkepanjangan/tidak wajar sebaiknya jangan dibiarkan harus diperiksa. Karena memang penyebab nyeri diakibatkan oleh kerusakan jaringan tulang.
Ini adalah jaringan padat yang tidak mudah mengalami perubahan bentuk. Sifat kanker ini bisa jinak atau ganas. “Kalau sudah tembus melewati tulang menyebar ke tulang lain atau organ jauh maka disebut kanker ganas,” tandasnya.(ST10)





