SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengunjungi salah satu balai RW di Kelurahan Asemrowo melaksanakan Gerakan Masyarakat Peduli Anak Stunting (Germas Pas).
Di tempat itu, Eri menyatakan bahagia. Sebab, Kota Surabaya ranking stuntingnya turun. Surabaya menduduki nomor urut 34 dari 38 kabupaten/kota se Jawa Timur yang angka stuntingnya tertinggi.
“Padahal, kemarinnya angka stunting di Surabaya menduduki nomor urut 3 se Jawa Timur,” katanya.
Ia menyatakan atas keberhasilan itu, yang hebat adalah masyarakatnya. “Siapa yang hebat? Ya Pak Camatnya atau Bu Camatnya dan lurahnya. Siapa yang lebih hebat lagi? Ya masyarakatnya,” tegas Eri.
Dikatakan, dirinya selalu mengatakan bahwa membangun sebuah kota tidak bisa sendirian. Membangun kota harus dengan hati nurani, warganya harus ikut bergerak dan saling membantu.
“Insya Allah itu yang akan saya bangun di Surabaya,” tambahnya.
Meski begitu, ia berharap tiga bulan ke depan Surabaya zero stunting, tidak ada lagi bayi stunting dan gizi buruk. Ia berharap semua pihak untuk bersama-sama membantu supaya Surabaya zero stunting.
Sementara itu, Indah, salah satu bunda yang memiliki anak stunting yang dikunjungi Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya mengaku senang. Ia tidak menyangka bakal dikunjungi wali kota. Bagi dia, ini akan menjadi semangat baru untuk terus telaten dan sabar dalam mendidik dan mengasuh anaknya.
“Tentu senang banget, tidak pernah menyangka bakal dikunjungi Pak Eri sampai ke rumah,” ujarnya sambil menggendong anaknya.
Menurutnya, program penanganan anak stunting di Kota Surabaya ini sudah sangat bagus. Sebab, didampingi mulai awal hingga akhir atau sampai sembuh dan menjadi anak yang normal.
Ia mengaku juga sampai kenal dengan para petugas di Puskesmas karena setiap kali ada masalah pada anaknya, langsung dibawa ke puskesmas.
“Mulai saya hamil sampai hari ini, saya selalu konsultasi dan didampingi oleh teman-teman puskesmas. Tentunya ini sangat berharga bagi saya, sehingga saya merasa menangani anak saya ini tidak sendirian,” pungkasnya. (ST01)





