SURABAYATODAY.ID, JEMBER – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Perikanan Pantai Puger, Kabupaten Jember. Pada kunjungan kerja tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan hibah peralatan untuk melaut dan budidaya, serta mengolah hasil perikanan bagi masyarakat pesisir di wilayah Pantai Puger Jember.
Menurutnya, Pemprov Jatim akan memberikan support dalam bentuk bantuan keuangan (BK) guna tambahan infrastruktur di kawasan Puger Jember. Hal tersebut senada dengan permintaan Bupati Jember, agar disediakan docking kapal serta breakwater bagi kebutuhan para nelayan agar tidak khawatir terhadap pasang surut air laut.
“Saya minta Pak Bupati Jember untuk menyampaikan proposal RAB untuk pengembangan infrastruktur kawasan Puger, bantuan sebesar Rp 10 miliar, untuk mendirikan docking kapal dan tambahan break water,” katanya.
Potensi kelautan dan perikanan Jawa Timur itu sendiri sangat besar. Dengan memiliki luas laut mencapai 126.672 kilometer persegi, dengan melintasi 22 kabupaten/kota berpesisir dari total panjang pantai sebanyak 3.498 kilometer.
Dalam pengelolaan sektor kelautan dan perikanan Provinsi Jawa Timur didukung oleh sekitar 240.000 orang nelayan, 59.000 unit kapal penangkapan ikan, pembudidaya 276.000 orang, serta 288 unit pengolah ikan. Di mana pada tahun 2020, sektor kelautan dan perikanan mampu menghasilkan produksi perikanan mampu menghasilkan produksi perikanan tangkap sebanyak 80 ribu ton, dimana untuk sektor perikanan budidaya sebesar 1,2 juta ton.
“Saya minta (pengembangan infrastruktur kawasan Puger) segera koordinasikan dengan Kadishub dan Kadiskanla bersama dengan tim teknis dari bupati Jember,” ujar Khofifah.
Senada yang disampaikan Gubernur Khofifah, Bupati Jember Hendy Siswanto menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jatim kepada masyarakat khususnya di wilayah Puger. Dirinya menambahkan, kebutuhan akan Docking Kapal bagi nelayan Puger menjadi hal terpenting. Menurutnya, saat ini kondisi nelayan yang memiliki kapal, apabila air laut pasang haruslah menarik kapal tersebut ke daratan.
“Kami berharap dengan adanya tempat kapal bersandar (docking kapal), kualitas ikan juga menjadi lebih baik karena tidak harus menyentuh tanah melainkan bisa langsung ke dermaganya,” kata Hendy. (ST02)





