SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Data Bappenas, perkiraan food waste atau sampah makanan di Indonesia berkisar pada angka 23 juta – 48 juta ton per tahun. Sedang makanan konsumsi yang terbuang di Indonesia bisa mencapai 115-184 kilogram per orang dalam setahun.
“Perhitungan angka 115 – 184 kilogram per orang per tahun itu termasuk perhitungan dari food loss, dari sisi produksi. Mulai dari beras ditanam sampai ke piring kita,” jelas Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Limbah makanan itu sendiri, ternyata dapat mengakibatkan dampak kerugian ekonomi sebesar Rp 213 triliun hingga Rp 551 triliun per tahunnya. Bila jumlah penduduk Jawa Timur pada 2020 mencapai 40.665.700 jiwa (Jatim dalam angka/BPS 2021), potensi food waste di Jatim berkisar pada 4.676.555,5 – 7.482.488,8 ton per tahun atau sekitar 15,59 persen – 20,33 persen. Tingginya angka food waste tersebut tentu dapat berdampak pada perekonomian dan sektor lainnya.
“Karena itu diharapkan, masyarakat bisa mulai mengubah pola pikir dan kondisi saat ini dapat menyadarkan kita agar lebih bijak dalam mengelola makanan,” jelasnya.
Melihat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap persoalan pangan, Gubernur Khofifah meminta, agar masyarakat dapat memperkirakan dengan baik jumlah makanan yang diperlukan. Di samping itu, dirinya meminta untuk mencermati dalam mengolah makanan dan membeli makanan sesuai kebutuhan.
“Agar tidak ada lagi yang terbuang sebagai bagian dalam upaya untuk mengurangi food waste. Misalnya dengan merencanakan menu makanan di rumah secara seksama, sehingga tidak ada makanan yang menjadi limbah,” jelasnya.
Di sisi lain Khofifah juga berharap, kebutuhan pangan masyarakat harus terpenuhi dan tidak ada lagi masyarakat yang tidak bisa memenuhi gizinya. “Apalagi saat ini Jatim sudah menjadi provinsi yang swasembada pangan dengan prestasi surplus baik komoditas beras atau jagung. Sebagai provinsi yang memiliki kawasan maritim dan agraris tropis dengan potensi produksi pangan yang sangat beragam dan besar, Jatim sejatinya berpeluang untuk menjadi provinsi besar yang maju dan makmur,” jelas Khofifah. (ST02)





