• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Kebiasaan Memakai Gadget Berpengaruh Munculnya Kekerasan pada Anak

by Redaksi
Selasa, 12 Oktober 2021
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya, Rini Indriyani dalam sosialisasi deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya, Rini Indriyani dalam sosialisasi deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) bersama bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya menggelar sosialisasi deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19. Acara ini digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI) di Jalan Bubutan Kota Surabaya, Selasa (12/10).

Acara diikuti para Bunda Paud yang ada di 154 kelurahan di Kota Surabaya. Pelaksanaan sosialisasi dibagi menjadi dua sesi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan pandemi Covid-19 berdampak luar biasa pada anak-anak. Mereka kini melakukan pembelajaran secara daring yang membuat mereka semakin leluasa memanfaatkan gadget.

BACA JUGA:  Pangkoarmada II Pimpin Serah Terima Jabatan Komandan Lantamal V

“Kebiasaan memakai gadget dan tidak jauh dari media sosial (medsos) sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Salah satu pengaruh negatifnya adalah dari medsos, memicu munculnya pembullyan, karena kekerasan pada anak tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental,” ujarnya.

Rini Indriyani menjelaskan, bahwa kekerasan mental yang terjadi, biasanya dilakukan tanpa disadari. Alhasil anak-anak tersebut mulai terbiasa melakukan hal itu secara berulang-ulang.

“Parahnya pembullyan yang mungkin mereka tidak tahu, lalu ikut-ikutan sehingga menjadi kebanggaan. Nah itu yang perlu diantisipasi dan kita deteksi,” terangnya.
Menurutnya, para Bunda Paud harus mempunyai kekuatan yang luar biasa dengan kepedulian dan empatinya untuk memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada anak-anak sejak usia dini. Bunda Paud bisa memberikan pendampingan dan pengetahuan dengan cara komunikasi yang mudah dipahami.

BACA JUGA:  Satpol PP dan Linmas Surabaya Tertibkan Pengamen dan Pengemis di Traffic Light

Sebenarnya, lanjut perempuan yang juga ketua Tim Penggerak PKK Kota Surabaya ini, bahwa permasalahan kekerasan mental pada anak bisa berlanjut hingga anak tersebut tumbuh dewasa. Maka peran orang tua juga sangat penting untuk tumbung kembang anak.

“Jika dari kecil mereka mendapatkan pembullyan akan mempengaruhi sikap dan kebiasaan ketika sudah dewasa. Kita harus memberikan ilmu, cara mendidik itu sangat berpengaruh hingga mereka dewasa,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Surabaya Antiek Sugiharti memastikan, bahwa kegiatan sosialisasi deteksi dini pencegahan dan penanganan kekerasan pada anak di masa pandemi Covid-19 dengan target Bunda Paud yang berada di 154 kelurahan di Kota Surabaya.

BACA JUGA:  2.500 Anak Meriahkan Puncak Peringatan HAN Tahun 2023 di Surabaya

“Bunda Paud yang berinteraksi dengan anak-anak, sehingga kami akan bekali, kami berikan triknya, supaya ibu bisa mendeteksi sejak dini apakah anak didiknya di lingkungan tersebut menjadi korban atau pelaku kekerasan,” ujarnya. (ST01)

Tags: BullyBunda PAUDKekerasan AnakPKK
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In