• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Hanya 8 Kasus, Ini Angka Kematian Terendah di Jatim Selama Pandemi Covid-19

by Redaksi
Minggu, 10 Oktober 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Berbagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Jatim menunjukkan hasil signifikan. Berdasarkan data Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per 8 Oktober 2021, jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai angka terendah selama pandemi yaitu sebanyak 7 kasus. Sementara 9 Oktober 2021, tercatat 8 kasus.

Total penambahan tersebut berasal dari Kota Batu, Kota Blitar dan Kota Surabaya. Sedangkan empat tambahan dari kabupaten, Probolinggo, Jember, Malang, Ponorogo dan Nganjuk. Masing-masing kabupaten/kota tersebut terdapat sebanyak 1 kasus kematian.

Sedangkan untuk 30 kabupaten/kota lainnya di Jatim tercatat sebanyak 0 kasus kematian Covid-19. Artinya, 78,95 persen daerah di Jatim terdapat 0 (nol) kasus kematian.

“Terima kasih atas kerja keras dari para nakes, bupati/wali kota, Forkopimda, dan semua pihak. Dalam dua hari, tanggal 8 dan 9 Oktober 2021, jumlah penambahan kematian di Jatim mencapai 7 dan 8 kasus. Sebelumnya jumlah penambahan kasus kematian terendah 10-15 orang,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

BACA JUGA:  Lampaui Target!! Angka Kematian Ibu di Jatim Turun Signifikan

Ia menyatakan dengan catatan di bawah angka 10 kasus ini merupakan yang terendah selama masa pandemi Covid-19. Bahkan 30 kabupaten/kota di Jatim tercatat nol penambahan kasus kematian.

“Artinya 78,95 persen daerah di Jatim yang tidak ada penambahan kasus kematian karena Covid-19,” imbuh Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, terdapat beberapa hal yang membuat bertambah rendahnya kematian di Jatim. Yaitu adanya kemampuan respon yang adequate.

Respon ini dibagi tiga yaitu kapasitas tracing yang cukup, ditunjang jumlah testing yang memadai mencapai 170 ribu per minggu, serta positivity rate yang rendah mencapai 0,49 persen/minggu.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah-Dubes Indonesia untuk Rumania dan Moldova Bahas Ragam Kerjasama untuk Dikembangkan di Jatim

“Dampaknya kasus-kasus terkonfirmasi positif bisa ditemukan lebih awal, sehingga isolasi bisa cepat dilakukan, dan kemungkinan kasus-kasus menyebar pada orang berisiko tinggi bisa dihambat. Dengan demikian kematian bisa ditekan,”papar mantan Mensos RI ini.

Selanjutnya, jelas Khofifah, tracing yang tinggi di Jatim sudah di angka 22,52 rasio kontak erat/kasus konfirmasi membuat kasus-kasus terkonfirmasi bisa direm, supaya tidak menulari kepada mereka yang berisiko tinggi atau komorbid. Sehingga mereka tidak tertular Covid-19 dengan gejala berat.

Selain itu, BOR RS yang cukup rendah. Bahkan menurut RS On line Kemenkes RI per tanggal 9 Oktober 2021 menunjukkan BOR ICU Covid-19 komulatif Jawa Timur tercatat 7 persen, isolasi 4 persen dan RS Darurat Covid-19 tercatat 2 persen.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Gencar Dorong UKM Jatim Tembus Pasar Global Melalui Desa Devisa

Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) bahwa BOR harus di bawah 60 persen. Dengan demikian maka BOR di Jawa Timur baik ICU, isolasi maupun RSDC sudah sangat jauh dibawan rekomendasi WHO yaitu di bawah 60 persen.

Meski demikian, Khofifah mengajak masyarakat tetap waspada dan disiplin protokol kesehatan (prokes) dan percepatan vaksinasi. Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes dan percepatan vaksinasi menjadi salah satu kunci menghindari penularan Covid-19. (ST02)

Tags: Angka KematianJatimPandemi Covid-19
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In