SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak membuka webinar bersama 38 Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Mengambil tema ‘Peran PKK dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) pada Masa Pandemi Covid-19, Bagi TP PKK Kabupaten/Kota se Jawa Timur Tahun 2021’ acara diselenggarakan di kantor Tim Penggerak PKK Jatim, Selasa (24/8).
Webinar ini akan dilaksanakan bertahap di lima Bakorwil se Jawa Timur, mulai 24-31 Agustus 2021. Selain itu disediakan link zoom meeting untuk 500 peserta dan channel Youtube Dinas PMD Jatim. Dengan adanya fasilitas tersebut, Arumi meminta agar TP PKK di setiap kabupaten/kota mengundang tim penggerak PKK desa dan kelurahan.
Dalam kegiatan ini, secara simbolis Ketua TP PKK Jatim juga memberikan bantuan kepada Tim Penggerak PKK kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat, kader dan anggota PKK yang terpapar Covid-19 berupa beras sebanyak 20 ton, yang akan diberikan ke lima perwakilan Bakorwil di Jawa Timur, yang dibagikan ke dalam 100 paket. Sedang 33 kabupaten/kota lainnya akan diberikan secara bertahap.
“Untuk tahap awal, akan diberikan kepada lima kabupaten/kota di lima Bakorwil yang meliputi Tim Penggerak PKK Kota Surabaya, Kota Madiun, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Banyuwangi,” ujar Arumi.
Selain beras, Ketua TP PKK Jatim bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk bayi sebanyak 300 kotak dan PMT kepada ibu hamil sebanyak 2000 kotak.
Nantinya, pemberian bantuan beras, PMT bagi bayi dan ibu hamil lainnya juga akan dilanjutkan secara bertahap, untuk 33 kabupaten/kota lainnya yang ada di Jawa Timur.
Lebih lanjut Arumi juga menjelaskan dengan adanya pemberian bantuan tersebut didasarkan pada momen di masa pandemi Covid-19. Baginya, tidak hanya meliputi permasalahan kesehatan yang terdampak, namun juga perekonomian setiap keluarga.
Ia juga menambahkan, hal ini juga baiknya diimbangi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Menurutnya gerakan ini makin relevan di masa pandemi Covid-19 seperti masa ini.
Menurut Arumi, pola hidup bersih dan sehat menjadi kunci menekan penyebaran Covid-19. Meski demikian, penerapan program Germas guna mencegah makin massifnya penyebaran Covid-19 akan lebih maksimal jika ada keterlibatan masyarakat secara aktif.
“Saya mengajak seluruh kader PKK untuk terlibat aktif dalam menggerakkan masyarakat agar perliaku hidup bersih dan sehat bisa menjadi budaya di masyarakat. Kader PKK memiliki banyak peran di masyarakat,” tegas Arumi.
Di kesempatan tersebut, Arumi juga mengingatkan, jika kader PKK memiliki banyak peran di masyarakat. Di antaranya, adalah peran sebagai pribadi. Di mana dalam peran ini kader PKK diharapkan menjadi yang terdepan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat baik di rumah maupun di masyarakat.
“Selain itu, peran kader PKK adalah sebagai orang tua di rumah. Dalam memerankan peran ini kader PKK harus menjadi contoh, menasihati dan menyiapkan agar seluruh anggota keluarga dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Arumi. (ST02)





