• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Didanai Terbanyak Kedua, ITS Siap Wujudkan Kolaborasi dengan DUDI

by Redaksi
Jumat, 20 Agustus 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gagasan cemerlang yang dihasilkan oleh segenap insan pendidikan tinggi (dikti) di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuahkan hasil. Sebab, 21 dari 25 proposal yang diajukan ITS berhasil terdanai dan menjadi terbanyak kedua pada program Matching Fund yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sebagai salah satu program dari Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang digaungkan Kemendikbudristek, Matching Fund hadir untuk mendorong terbentuknya ekosistem kolaborasi yang lebih erat dan terakselerasi antara kampus dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS Dr Ir Achmad Affandi DEA mengungkapkan, Matching Fund terlaksana lewat platform yang disediakan yakni bernama Kedaireka. “Platform ini digunakan untuk menjembatani pengembangan ilmu dan teknologi atau rekacipta yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan kebutuhan teknologi dan pengembangan di industri,” jabarnya.

Dalam teknisnya, lanjut dosen yang akrab disapa Affandi ini, insan dikti memasukkan portofolio yang diunggah lalu pihak industri bisa melihat database apakah cocok dan bisa memberikan solusi terhadap masalah di industri terkait. Apabila tertarik bisa dilakukan kerja sama yang matching lewat platform tersebut.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Tekankan Harmonisasi Pemerintah Wujudkan Lima Program Prioritas Kesehatan

“Berlaku fungsi sebaliknya, setelah kesepakatan diambil, peserta bisa menyusun proposal dan menyelesaikan tahap lainnya seperti seleksi administrasi, seleksi substansi hingga seleksi pendanaan,” terangnya.

Affandi menyampaikan, dalam program ini pendanaan yang digelontorkan oleh pemerintah bersifat 1:1 baik untuk pihak Perguruan Tinggi (PT) maupun pihak industri. Harapannya, nanti hubungan antara PT, industri dengan masyarakat lebih erat. Karena jika terdapat problem dari industri, PT bisa membantu menyelesaikan dengan bantuan dana riset dari pemerintah.

“Keuntungan juga akan sama-sama didapat, pihak PT akan mendapatkan hak cipta kekayaan intelektual, dan pihak industri mendapat keuntungan dari pemecahan masalah dari ide yang digagas,” jelasnya kembali.

Dosen Departemen Teknik Elektro ini memaparkan, dari 25 proposal yang diajukan terdapat 21 proposal yang berhasil didanai, di antaranya terdapat dua proposal dari Matching Fund vokasi. Bedanya, program ini hanya dibawahi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

BACA JUGA:  PKKMB ITS Tanamkan Nilai Keberlanjutan dan Penguatan Karakter

Dari sekian banyak proposal, pada kluster ICT robotika mempunyai persentase paling besar yakni 42,9 persen, kemudian disusul kreatif, otomotif dan inkubator sebanyak 14,3 persen, kluster lainnya 9,5 persen dan kluster maritim 4,8 persen.

“Jika pada ranah tematik, transportasi dan energi mempunyai persentase paling besar yakni 19 persen, diikuti bidang sosial, ICT, kesehatan, lingkungan dan pangan,” rincinya.

Dalam pelaksanaannya, Affandi berujar, pengajuan proposal yang sudah dimulai sejak Januari hingga akhir Juni 2021 ini sudah melalui beberapa batch pengumuman. “Dari batch ketiga hingga keenam, ITS berhasil mendapatkan pendanaan pada 17 proposal, pada batch awal lolos satu, tambahan dua proposal dari vokasi serta tambahan satu proposal yang baru saja diumumkan,” runutnya.

Menurut Affandi, ITS dalam mencapai tahap ini juga memerlukan beberapa kiat yang didukung oleh segenap pihak. Ia mengatakan, hal ini berkat adanya sosialisasi yang bagus dan pendampingan yang baik, sehingga walaupun dengan adanya program baru tetap antusias mengikuti.

BACA JUGA:  Pokja Wartawan DPRD Surabaya Bagi-Bagi Takjil

Apalagi, lanjutnya, karena misi ITS di tahun 2021-2025 adalah melakukan transformasi dari Perguruan Tinggi Riset ke Perguruan Tinggi Inovasi, diharapkan kemampuan ini bisa menjadi inisiatif menggali permasalahan industri dan menyelesaikan masalah di dalamnya.

“Selanjutnya dengan pendanaan ini, proyek yang akan laksanakan diharap bisa meningkatkan antusiasme semua pihak dalam memajukan salah satu program MBKM ini,” tuturnya.

Tak hanya satu, Affandi berharap, jika ITS bisa lebih banyak memberikan kontribusi untuk masyarakat, di mitra industri, bisnis, pemerintah, masyarakat, alumni maupun startup baru. Sehingga bisa memberikan nilai tambah di sana. “Dengan mengikutsertakan program ini diharapkan adanya keterlibatan mahasiswa, dosen dengan industry agar bisa lebih dekat memecahkan masalah dan berdampak baik bagi masyarakat nantinya,” tandasnya. (ST05)

Tags: DiktiDUDIITSKampus MerdekaKemendikbudristekMerdeka Belajar
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In