SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kapal Emirates, sebuah kapal ikan yang kerap disebut Kapal Bobo mengalami kecelakaan di sebelah utara Laut Banda, Maluku Tengah, Rabu (11/8). Dalam musibah kecelakaan ini, 26 orang anak buah kapal dilaporkan selamat.
Namun satu awak kapal atas nama La Wole La Hangu (54) meninggal dunia di tempat, dan seorang dinyatakan hilang yakni Herson Launga (48). Korban hilang adalah nakhoda kapal, dan berasal dari Kampung Baru Kecamatan Banda.
Kapal Perang KRI Raden Eddy Martadinata-331 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II ikut diturunkan dalam operasi SAR pencarian korban. Kapal yang saat ini ada di bawah kendali operasi Komandan Guspurla Koarmada III Laksamana Pertama TNI Retiono Kunto, ikut serta berkontribusi membantu operasi SAR gabungan untuk mencari nakhoda yang hilang itu.
Komandan KRI REM-331 Kolonel Laut (P) Rasyid Al Hafidz mengungkapkan bahwa ada permintaan bantuan SAR ke Pos TNI AL Banda Naira yang diteruskan ke Guspurla Koarmada III, yakni sekitar pukul 05.00 WIT ada kecelakaan kapal “Emirates”, yakni sebuah kapal ikan yang kerap disebut Kapal Bobo.
“Perintah Danguspurla Koarmada III, KRI REM ikut membantu pencarian. Lantas kita melakukan penyapuan dengan sensor bawah air untuk mendeteksi apabila kapal itu melayang di dasar laut,” tutur Rasyid.
Ia lantas mengatakan jika pihak keluarga juga meminta agar kapal perang tersebut menyisir area tenggelamnya kapal, namun pencarian hingga saat ini masih nihil. “Kita belum berhasil mendeteksi termasuk tim SAR yang ada di sini,” katanya.
Ia memperkirakan karena kejadian sudah lebih dari dua hari, serta dilihat dari posisi tenggelam dan kecepatan arus yang diperkirakan 1 knot menuju arah barat laut, maka korban dan kapal sudah terhanyut cukup jauh dari sekitar Kepulauan Banda Naira.
“Dugaan korban dan kapal sudah terhanyut pada radius kurang lebih 48 nautical mile dari posisi awal,” ujarnya.
Saat proses pencarian KRI REM-331 sempat berlayar beriringan dengan kapal Basarnas. Kondisi ombak saat pencarian kerap berubah dari tenang kemudian mulai ada ombak dengan tinggi sekitar 1,8 meter. Karena hari mulai gelap, KRI REM-331 menghentikan penyisiran dan kembali melanjutkan operasi pengamanan perairan yang akan mencapai perbatasan Indonesia dengan Australia dan Timur Leste. (ST03)





