SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ada momen lain dalam istighotsah dan doa bersama melalui daring dan luring yang berlangsung di lobi lantai II Balai Kota Surabaya, Kamis (1/7) sore. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi nampak meneteskan air mata. Terutama, saat dia memimpin langsung doa di akhir rangkaian acara.
Sembari menundukkan kepala, orang nomor satu di lingkup pemkot ini mengaku tak kuasa menahan air mata ketika membayangkan warganya sakit dan meninggal karena Covid-19.
“Siapa yang tega melihat keluarga kita masuk rumah sakit. Kalau teman-teman bisa melihat, tadi saya ke rumah sakit, banyak pakai ventilator, sedih rasanya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sangat dicintai keluarganya. Ia juga membayangkan hal itu menimpa orang yang dicintai.
“Yang saya bayangkan ketika itu terjadi pada orang yang kita cintai. Padahal sekarang seluruh warga Surabaya adalah keluarga saya,” lanjut dia.
Bahkan, Wali Kota Eri mengaku rela, apabila jabatannya itu ditukar dengan kesehatan untuk seluruh warga Surabaya. Baginya, tidak ada yang bisa dibanggakan ketika harus melihat warganya susah.
“Dalam hati tadi saya bilang, Ya Allah jika bisa ditukar dengan jabatan saya tidak apa-apa, yang penting warga Surabaya sehat kabeh (sehat semua),” ungkapnya.
“Sebagai pemimpin, saya lilo (rela) menerima semuanya. Saya ikhlas menerimanya. Tapi doa saya hanya satu, sembuhkan warga Surabaya,” pungkasnya. (ST01)





