SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya menggelar istighotsah dan doa bersama melalui daring dan luring yang berlangsung di lobi lantai II Balai Kota Surabaya, Kamis (1/7) sore. Doa bersama ini untuk melengkapi dorongan spiritual dalam upaya menyelesaikan pandemi Covid-19.
Seluruh Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup pemkot tampak hadir di balai kota. Sedangkan untuk pegawai lain beserta jajaran kecamatan dan kelurahan, mengikutinya melalui daring. Mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama. Mulai dari bacaan Surat Yasin, istighotsah dan tahlil yang dipimpin ustadz Azis Muslim.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa istighotsah dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Doa bersama ini akan digelar rutin setiap hari Kamis setelah Salat Ashar dan diikuti seluruh PD di pemkot beserta pengurus RT/RW dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).
“Insya Allah setiap Kamis di Pemkot Surabaya itu semuanya melalui zoom dengan RT/RW dan LPMK dan seluruh warga itu melakukan pembacaan Suratul Yasin, setelah Salat Ashar. Kita doa bersama, setelah itu Jumat pagi kita ada Khotmil Quran,” katanya.
Wali Kota Eri menyebut, saat ini sudah banyak warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19. Karena itu, perlu adanya dorongan spiritual di samping ikhtiar dunia untuk menyelesaikan pandemi ini.
“Dengan istighfar yang kita lakukan melalui pembacaan Surat Yasin, pengajian setiap Kamis dan Jumat, semoga musibah Covid-19 ini bisa ditarik dari Surabaya. Dan saudara yang sakit diberi kesehatan, yang sehat Insya Allah terus sehat. Itu saja,” harapnya.
Di samping itu, Eri menuturkan bahwa doa bersama ini juga sebagai bentuk introspeksi serta mendekatkan diri kepada Tuhan. Menurutnya, pandemi yang berlangsung hampir dua tahun ini bisa saja cobaan atau musibah dari Tuhan. Sehingga perlu dorongan dhohir dan batin untuk menyelesaikannya.
“Mungkin kita harus introspeksi diri. Kejadian ini bisa cobaan, bisa musibah. Kenek opo dicoba (kena apa diuji), karena mungkin kita banyak dosa. Kita sudah lupa. Banyak lupa dengan Gusti Allah. Sehingga kita mendekatkan diri lagi permohonan maaf kepada Gusti Allah. Ampunan dosa dengan istighfar,” imbuhnya. (ST01)





