• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Persiapkan Generasi Emas 2045, Arumi Ajak Semua Pihak Cegah Stunting di Jatim

by Redaksi
Selasa, 1 Juni 2021

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak mengajak semua pihak untuk ikut bersama mencegah persoalan stunting atau kekurangan gizi kronis pada balita di tengah-tengah masyarakat. Tak hanya itu, Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak itu pun kembali berharap agar angka stunting di Jatim bisa segera turun mengingat pemerintah saat ini tengah mempersiapkan generasi emas Indonesia 2045.

“Tujuannya agar generasi penerus Indonesia tidak mengalami masalah seputar potensi sumber daya manusia dan tingkat kesehatan,” ujar Arumi Bachsin saat menjadi pembicara dalam Podcast Serasa : Jatim Cegah Stunting, yang diselenggarakan di Studio MPC BKKBN Jatim.

Lebih lanjut, Arumi mengatakan, data World Bank menjelaskan, 54 persen dari usia angkatan kerja saat ini mengalami stunting di masa bayinya.

“Artinya, sebanyak 54 persen angkatan kerja saat ini adalah penyintas stunting. Ini yang membuat stunting menjadi perhatian serius pemerintah,” imbuh Arumi.

Menurutnya, prevalensi stunting adalah masalah perkembangan yang krusial untuk segera dientaskan. Pasalnya, kekurangan gizi kronis pada balita diperkirakan akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045. Apalagi masalah stunting bukan hanya mempengaruhi tumbuh kembang di masa balita saja, tetapi juga saat menginjak dewasa.

BACA JUGA:  Jatim-Australia Barat Bakal Perkuat People to People Relationship Lewat Pariwisata dan Budaya

Melihat persoalan itu, selaku Ketua TP PKK Prov. Jatim, Arumi menekankan bahwa PKK memiliki peran yang sangat signifikan dalam upaya menurunkan stunting.

“Di Jatim ini, banyak sekali desa dan kelurahan yang jumlahnya mencapai 8.501. Masing-masing punya kelompok PKK yang diurus 10-15 orang. Nah ini akan sangat membantu kita untuk menurunkan prevalensi stunting di Jatim,” ungkap Arumi.

Selain itu, sebagai upaya menurunkan angka stunting, TP PKK Prov. Jatim terus berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jatim. Dari kerja sama itu, muncul beberapa program yang ditargetkan untuk para ibu dan ayah, serta calon orang tua.

Bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemberian edukasi bagi orang tua yang memiliki balita. Sebagian besar balita terkena stunting disebabkan minimnya pengetahuan ibu dan ayah dalam merawat balita nya.

BACA JUGA:  23 September 2023 Mendatang, Generasi Emas Surabaya Bakal Dikumpulkan

“Salah satu akar masalah ini adalah ketidaktahuan orang tua. Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Mereka selalu memberi makan, tetapi tidak semua orang tua menerima paparan soal apa itu gizi yang seimbang,” jelas Arumi.

“Ada juga anak-anak yang diasuh oleh nenek kakek mereka, yang hanya memberi makanan yang diinginkan cucunya karena tidak tega,” lanjutnya.

Untuk merealisasikan program tersebut, Arumi mengharapkan agar seluruh kader PKK di tingkat kabupaten/kota ikut mensosialisasikan program edukasi bagi orang tua yang memiliki balita dan calon orang tua. Peran para kader utamanya adalah memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang pengetahuan dan kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan ibu dan anak (KIA).

Tak hanya itu, program yang diperuntukkan bagi calon orang tua adalah program prakonsepsi. Jika program penyuluhan difokuskan pada orang tua yang sudah memiliki anak, maka prakonsepsi ditujukan pada mereka yang sedang berencana memiliki momongan.

Program prakonsepsi ini sendiri pun tidak berat. Bersama BKKBN, Arumi menginstruksikan bahwa calon ibu dianjurkan meminum asam folat, memeriksa hemoglobin dan konsumsi tablet tambah darah. Sedangkan para suami diimbau untuk mengurangi rokok dan minum zinc.

BACA JUGA:  ITS Gandeng Kementerian BUMN dan IKA ITS untuk Hilirisasi Hasil Inovasi Teknologi

“Prakonsepsi itu sangat murah, calon ibu hanya minum asam folat, periksa hb (hemoglobin), minum tablet tambah darah gratis kalau di Puskesmas, biaya untuk persiapannya tidak lebih Rp 20.000. Sementara, suami hanya perlu mengurangi rokoknya, kemudian suami minum zinc supaya spermanya bagus,” saran Bunda GenRe ini.

Jika semua program dapat dijalankan dengan baik serta sikap awareness para orang tua sudah terbentuk, maka diharapkan prevalensi stunting di Jatim akan segera turun. Sehingga, langkah tersebut dipandang akan memuluskan jalan Indonesia menuju generasi emas pada 2045.

“Tindakan preventif bagi stunting harus dimulai sejak masa remaja,” jelasnya.

“Generasi muda harus membekali diri mereka. Remaja itu masanya belajar, harus mempersiapkan diri untuk masa depan, jangan berpikir gimana nanti tapi nanti itu gimana? Harus berencana. Jadi dengan merencanakan masa depan, harapannya stunting pun dapat dicegah,” pungkas Arumi. (ST02)

Tags: Arumi BachsinGenerasi Emas 2045JatimStunting
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In