SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Menjelang Hari Raya Idhul Fitri, tebus gadai yang dilakukan masyarakat meningkat. Tahun ini, tebus gadai di PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) XII Surabaya, Jawa Timur naik 10-15 persen.
Peningkatan tebus gadai ini diketahui dari hasil tahun lalu dengan bulan yang sama (YoY). Peningkatan tebus gadai ini dipengaruhi keinginan masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan menggunakan perhiasan.
“Kalau dilihat YoY (dibanding tahun lalu), tebus gadai tahun ini meningkat 10-15 persen,” kata Assisten Vice President Business Support PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII Surabaya, I Wayan Darmayasa di The Gade & Cofee, Jalan Dinoyo Surabaya.
Wayan mengatakan, tradisi masyarakat berlebaran dengan menggunakan perhiasan mengalami peningkatan. Karena itu mereka melakukan pelunasan gadainya untuk keperluan Lebaran.
“Biasanya masyarakat tidak sreg kalau tak menggunakan perhiasan. Ada pelunasan di sektor gadai,” ujarnya.
Namun, lanjut dia, pasca Lebaran, biasanya masyarakat akan kembali mengagunkan atau menggadaikan emas kembali. Biasanya uang dari gadai itu untuk keperluan usaha.
“Dan kami pun juga tetap mengedukasi ke masyarakat tentang investasi emas. Kita sudah memasuki anak millenial dengan tujuan regenerasi nasabah,” lanjutnya.
Wayan menjelaskan pihaknya telah mengenalkan berbagai produk Pegadaian, bahkan Pegadaian telah bermain dibidang digitalisasi. Menurut dia, jika masyarakat sudah men-download Pegadaian Digital Service (PDS) dan aktifasi finansial masyarakat bisa untuk menabung.
“Jadi orang yang menabung tidak perlu datang ke Pegadaian. Mereka cukup menggunakan aplikasi untuk menabung,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, terang Wayan, Pegadaian juga telak melakukan kerjasama dengan marketplace untuk meningkatkan transaksi produk Pegadaian. Marketplace ini memiliki dampak yang sangat besar dalam peningkatan pengenalan produk Pegadaian.
“Masa pandemi Covid-19 saat ini sektor usaha Pegadaian jelas terdampak. Dan ini berdampak ke dunia usaha ke UMK dan juga di bidang bisnis. Secara tak langsung ibi mempengaruhi Pegadaian selaku pembiayaan peminjaman ke masyarakat,” papar dia. (ST06)





