SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Bedasarkan data Dinas Kesehatan Prov. Jatim per tanggal 28 April – 4 Mei 2021, total Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan WNI yang menjalani swab dan serangkaian test sebanyak 4.197 orang. Dari data yang telah masuk, sebanyak 132 WNI menjalani karantina di hotel, dan 4.092 PMI di Asrama Haji Surabaya.
Setelah menjalani serangkaian tes dan swab, para PMI yang positif tercatat sebanyak 35 orang. Dari jumlah itu, 30 PMI dirujuk ke RS Lapangan, 1 orang dikirim di rumah isolasi dan 3 orang lainnya disolasi di kabupaten/kota serta 1 orang dirujuk ke rumah sakit. Sebelum adanya karantina per 28 April 2021, posisinya tercatat 22 orang yang terkonfirmasi positif.
Di sela-sela kunjungan di Asrama Haji, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa minta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) secara kontinyu berkoordinasi. Ia ingin Dishub se-Jatim untuk mempercepat proses kepulangan para pahlawan devisa itu setelah hasil swab PCR nya negatif.
Selain itu Khofifah juga menemui salah satu PMI asal Lumajang, Khofifah langsung memerintahkan dan meminta Dinas Perhubungan Provinsi Jatim untuk segera berkoordinasi dan mengkomunikasikan masalah transportasi penjemputanya.
“Tujuannya agar para PMI bisa segera kembali ke kampung halaman mereka masing-masing dengan aman,” katanya.
Khofifah juga memerintahkan kepada jajaran Dishub Jatim menyiapkan surat jalan mudik kepada para PMI yang akan kembali ke kampung halamannya. “Mereka ini adalah para pekerja dari luar negeri yang habis masa kontraknya di luar negeri. Dan mereka harus dibekali surat jalan, mengingat mulai tanggal 6 Mei sudah diberlakukan pelarangan mudik di sejumlah wilayah,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim pun mendirikan dapur umum untuk melayani para PMI selama mereka menunggu waktu penjemputan. Keberadaan dapur umum ini sangat membantu mencukupi kebutuhan para PMI selama bulan puasa. (ST02)





