• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 Februari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

TP PKK dan BKKBN Jatim Siapkan Program Turunkan Angka Stunting

by Redaksi
Rabu, 10 Maret 2021
Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin.

Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jatim  berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Jatim untuk menurunkan angka kurang gizi kronis (stunting). Bentuk kolaborasi yang kali ini dilakukan yakni melalui program sekolah bagi orang tua yang memiliki balita. Program tersebut dibuat untuk menekan angka stunting di Jatim.

Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak mengatakan, program tersebut dinilai sangat bagus. Karena, program tersebut memberikan pendidikan bagi orang tua agar mampu mengasuh anak mereka dengan benar.

“Sebagian besar balita terkena stunting disebabkan minimnya pengetahuan ibu dan ayah dalam merawat balita,” kata Arumi Bachsin saat menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Teknis Kemitraan Program Bangga Kencana di BKKBN Jatim.

Untuk mewujudkan program tersebut, Arumi menegaskan, bahwa TP PKK Jatim siap menggerakkan seluruh kader di tingkat kabupaten/kota. Utamanya untuk ikut mensosialisasikan program sekolah bagi orang tua yang memiliki balita.

BACA JUGA:  62 Orang Diwisuda dalam Program SOTH dan Sekolah Lansia Tangguh

“Ini tanggung jawab baru dan pasti kita gerakkan kader-kader PKK sekaligus memberikan sosialisasi terkait program tersebut,” tegasnya.

Menurut Arumi, kolaborasi antara TP PKK dan BKKBN Jatim sudah terjalin cukup lama. Salah satunya menjalankan program kampung Keluarga Berencana (KB) dan kontrasepsi. “Sebelumnya, PKK dan BKKBN Jatim memiliki hubungan yang sangat baik di segala jenjang,” tuturnya.

Dengan adanya kolaborasi semacam itu, lanjut Arumi, akan semakin memupuk semangat untuk bersama-sama berkomitmen membangun generasi bangsa yang cerdas dan bermartabat. “Merekatkan kembali hubungan karena sasaran kami sama, yakni keluarga,” ucapnya.

Arumi menyebutkan, dalam pencegahan stunting di Jatim, peran PKK salah satunya yakni meningkatkan kesadaran masyarakat dengan menggerakkan peran kader PKK. Upaya tersebut bertujuan agar memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pengetahuan dan kesadaran keluarga akan pentingnya kesehatan ibu dan anak (KIA).

BACA JUGA:  Arumi Apresiasi Acara Integrasi Lintas Sektor dan Mitra Kerja Pengembangan Program Bangga Kencana

“Selain itu, peningkatan upaya advokasi dan perencanaan yang mendukung pemberdayaan masyarakat serta pemuktahiran data dan informasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Jatim, Sukaryo Teguh Santoso menuturkan, rencana program sekolah bagi orang tua yang memiliki balita sudah ditetapkan sebagai pilot project di Kabupaten Pasuruan.

“Namun karena pandemi, masih sedikit agak terhambat dan ini akan ditindaklanjuti oleh TP PKK,” ucap Teguh.

Menurutnya, inti dari program tersebut sebagai pembelajaran non formal bagi keluarga-keluarga yang memiliki balita. Utamanya, sebut Teguh, untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, keterampilan serta pengetahuan dalam mengasuh balita.

BACA JUGA:  Sekjen PBB Minta Ada Ketersediaan Perumahan dengan Akses Air, Sanitasi dan Transportasi

“Jadi nanti, pembekalan sekolah mengasuh balita tidak hanya diberikan kepada kaum perempuan saja, tetapi laki-laki juga dibekali pada sesi-sesi tertentu dengan cara yang lebih cultural,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, skema pembelajaran bagi orang tua dalam mengasuh balita diberikan secara tidak formal. Akan tetapi, lanjut Teguh, sifatnya non formal. “Nanti ada pembelajaran tatap muka, ada pula pembelajaran daring karena masih pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dengan adanya program semacam itu, Teguh berharap, angka stunting di Jatim menurun. Sebab, secara prosentase angka stunting di Jatim saat ini mencapai 26,8 persen. “Semoga angka stunting menurun karena kalau melihat ritmenya hingga 2024, mungkin bisa turun sampai 14 persen,” tandasnya. (ST02)

Tags: Arumi BachsinBKKBNStuntingTP PKK Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Salah' satu penampilan seni di Komplek Balai Pemuda.

Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik Sebagai Lokasi Tampilan Seni

Sabtu, 31 Januari 2026
Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya.

Gubernur Khofifah Hadiri East Java Investment Government-Japanese Business Networking Reception

Sabtu, 31 Januari 2026
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin

Arumi Bachsin Dorong Pengembangan Modest Fashion Lokal Berdaya Saing Global Melalui NUMOFES 2026

Sabtu, 31 Januari 2026
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto

Lewat Semut Ireng, Dispendukcapil Surabaya Tingkatkan Pemahaman ASN Soal Adminduk

Sabtu, 31 Januari 2026

Berita Terkini

Salah' satu penampilan seni di Komplek Balai Pemuda.

Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik Sebagai Lokasi Tampilan Seni

Sabtu, 31 Januari 2026
Gubernur Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government – Japanese Business Networking Reception di Harris Hotel dan Conventions Bundaran Satelit, Surabaya.

Gubernur Khofifah Hadiri East Java Investment Government-Japanese Business Networking Reception

Sabtu, 31 Januari 2026
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin

Arumi Bachsin Dorong Pengembangan Modest Fashion Lokal Berdaya Saing Global Melalui NUMOFES 2026

Sabtu, 31 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bonus kepada 161 atlet dan pelatih asal Jatim yang berprestasi dalam laga SEA Games XXXIII tahun 2025 di Thailand.

Gubernur Khofifah Serahkan Bonus Rp 8 Miliar Bagi 161 Atlet Dan Pelatih Berprestasi di SEA Games XXXIII Thailand

Sabtu, 31 Januari 2026
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto

Lewat Semut Ireng, Dispendukcapil Surabaya Tingkatkan Pemahaman ASN Soal Adminduk

Sabtu, 31 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In