SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Program vaksinasi Covid-19 dari pemerintah pusat saat ini sedang dilaksanakan oleh pemerintah di daerah, termasuk Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Vaksinasi ini membawa harapan baru bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, agar terhindar dari virus global yang melanda dunia itu.
Kusnan Hadi, Kordinator Paguyuban Pedagang Makanan Surabaya, mengatakan UMKM juga menjadi kelompok masyarakat yang harusnya mendapatkan skala prioritas untuk vaksinasi. Ia menegaskan UMKM terbukti bisa menjadi penyangga perekonomian daerah.
“Para pedagang kecil telah terbukti mampu bertahan (survive) meski di tengah pandemi. Untuk itu kami berharap kepada pemangku kebijakan agar bisa segera memberikan vaksin (kepada pelaku UMKM). Kami mendukung penuh upaya vaksinasi tersebut,” ucap Kusnan Hadi.
Ia juga menyebut pandemi covid-19 ini sangat berdampak terhadap kelangsungan pedagang kecil (UMKM) yang keberadaannya hampir di seluruh wilayah Kelurahan dengan jumlah yang sangat besar. “Program vsksin yang kami dapatkan tentu akan menimbulkan kepercayaan diri bagi pelaku usah dan konsumen yang akan melakukan transaksi, sehingga perekonomian bisa kian bergerak,” tandasnya.
Namun demikian, Kusnan juga tetap meminta kepada seluruh anggota dan UMKM lain untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, meski nanti telah mendapatkan vaksinasi. “Saya yakin teman-teman UMKM, juga akan tetap menerapkan prokes nantinya. Walaupun sudah divaksin,” tambahnya.
Kusnan berpendapat jika pelaku UMKM adalah masyarakat dengan risiko tinggi terhadap paparan covid-19. Hal ini karena pekerjaannya berhadap langsung dengan konsumen.
“Para pelaku UMKM seperti kami ini sangat riskan terpapar Covid-19 karena sering berhadapan dengan masyarakat utamanya pembeli. Diakui maupun tidak, kami para pelaku usaha kecil ini juga bagian dari pelayan publik,” tutur pemilik Angkringan Bala Dewa ini.
Hal senada dikatakan, salah satu pelaku UMKM, Wahyu Darmawan. Ia mengatakan jika pihaknya berharap program vaksinasi ini bisa kian membangkitkan ekonomi yang terdampak selama pandemi.
Dengan vaksinasi terhadap pelaku UMKM, utamanya pedagang kecil, akan berimbas kepada masyarakat yang tidak perlu lagi ragu untuk melakukan aktivitas ekonomi.
“Apalagi warung atau tempat usaha itu dipasangi stiker atau banner yang menyebutkan kalau para pegawainya sudah divaksin. Sehingga ketika ada pembeli yang mau datang ke kedai, warung atau angkringan,tidak akan takut,” katanya.
Sebaliknya, pengunjung justru merasa nyaman karena tahu kalau pedagangnya sudah divaksin. “Kalau ada pembeli yang datang, maka ada transaksi, dan secara otomatis roda perekonomian akan berputar dan insya allah bisa pulih kembali,” imbuh pemilik Kedai Ketan Punel ini.
Mantan wartawan ini juga menyebut, jika saat ini banyak pelaku UMKM yang terdampak akibat pendami Covid-19. Hal itu menyebabkan hasil produksinya atau omzetnya menurun. Dikarenakan daya beli masyarakat berkurang.
“Banyak pelaku UMKM yang mengeluh permintaan atau penjualannya menurun selama pandemi. Meskipun demikian, kami para pelaku UMKM harus tetap bertahan,” tandas Wahyu.
Menurut pria asal Kota Pecel ini, memberikan prioritas vaksinasi kepada pengusaha mikro dan UMKM, juga merupakan semacam bentuk empati dan dukungan agar mereka dapat bertahan dan tumbuh kembali “Biar kami terus semangat untuk berdagang dan bisa terus bertahan. Tentunya akan menimbulkan rasa aman bagi kami selaku para pelaku usaha dan konsumen dalam melakukan transaksi,” paparnya. (ST01)





