• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Para Petani Perlu Tahu Ini, Sekam Padi Ternyata Bisa Diolah Menjadi Penghasil Energi Listrik

by Redaksi
Sabtu, 6 Februari 2021

Surabayatoday.id, Surabaya – Permintaan kebutuhan energi di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat. Namun, kebanyakan sumber energi di Indonesia masih memanfaatkan energi fosil yang tidak terbarukan. Berawal dari itu, beberapa mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki terobosan.

Mereka tergabung dalam Tim Antasena. Dan upaya membuat energi pun tidak membutuhkan bahan yang sulit. Bahannya adalah sekam padi, yang pastinya banyak dijumpai di Indonesia. Dari sekam ini bisa diolah menjadi energi listrik.

Ibrahim Fatahillah Hizbul Islam, ketua tim Antasena mengatakan gagasan ini digarap bareng bersama beberapa mahasiswa lain. Selain dia yang backgroundnya Teknik Material dan Metalurgi angkatan tahun  2018, ada pula Ahmad Fahmi Prakoso (Teknik Material dan Metalurgi 2018), dan Mikael S K Raditya Dwiatmaka (Teknik Kimia 2019). Selain itu ada Muhammad Wildan Abyan (Teknik Material dan Metalurgi 2019), dan Deden Eko Wiyono (Teknik Kimia Industri 2019).

Kelimanya berhasil membuat Antasena Biohidrogen Electric Generator. “Alat tersebut bertujuan untuk memproduksi gas hidrogen dengan fermentasi biomassa,” ungkap Ibrahim Fatahillah Hizbul Islam.

BACA JUGA:  Sekdaprov Jatim Minta BPJS Ketenagakerjaan Massifkan Edukasi Pentingnya Manfaat Asuransi hingga Jaminan Kerja

Ia mengatakan, biomassa yang digunakan berasal dari sekam padi. Sekam padi dipilih lantaran Indonesia adalah negara agraris dengan produksi padi yang melimpah.. Jika padi melimpah, tentunya menghasilkan sekam padi yang juga melimpah.

“Oleh karena itu, kami memanfaatkan peluang yang ada untuk menjadikan sumber energi terbarukan,” lanjutnya.

Fatah, sapaan akrabnya menjelaskan, sekam padi pada awalnya diolah menggunakan NaOH guna mendegradasi lignin dan alat penggiling. Ini digunakan untuk memperluas permukaan kontak pada sekam padi.

Kemudian sekam padi dihidrolisis menggunakan dua mikroorganisme yaitu Trichoderma reesei dan Aspergillus niger. Hal ini berguna untuk mengonversi kandungan selulosa pada sekam padi agar menjadi glukosa.

Fatah melanjutkan, sekam padi hasil pengolahan awal tersebut difermentasikan menggunakan bakteri anaerob yaitu Clostridium Butyricum. Bakteri tersebut dipilih karena memiliki kemampuan untuk memproduksi hidrogen. “Gas hidrogen ini kemudian diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan fuel cell,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dosen ITS Menangkan Female Science Talents Intensive Tracks 2024 dari Jerman

Alumnus SMA Negeri 12 Surabaya ini memaparkan bahwa alat tersebut dibuat guna menjawab permintaan energi di Indonesia yang akan melejit beberapa tahun lagi. Mereka memprediksi sekitar 29 persen penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) akan terjadi pada tahun 2050.

“Berdasarkan angka tersebut, sudah seharusnya Indonesia mulai memanfaatkan sumber energi terbarukan,” tambahnya.

Fatah melanjutkan bahwa Antasena Biohidrogen Electric Generator ini juga dapat menjadi sebuah investasi yang akan menguntungkan dari segi ekonomi. Berdasarkan analisa yang mereka lakukan, alat ini memiliki nilai pendapatan yang sama besar dengan modal yang dikeluarkan.

“Hal ini membuat tidak adanya kerugian atau keuntungan selama dua tahun, sembilan bulan, 20 hari dalam penggunaannya,” ujarnya.

Mahasiswa angkatan 2018 ini menuturkan, gas hidrogen yang dapat dihasilkan oleh Antasena Biohidrogen Electric Generator mencapai 5,72 liter setiap jam. Gas hidrogen tersebut dapat dikonversikan ke energi listrik dengan fuel cell. Berdasarkan hal tersebut, alat ini diasumsikan dapat memenuhi kebutuhan listrik dari 16 rumah dengan kapasitas listrik setiap rumah 500 Watt.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Inovasikan Alga Merah untuk Atasi Ruam Kulit

“Masyarakat menjadi lebih untung sebesar 87 persen dibanding menggunakan listrik biasa,” tuturnya.

Melalui karyanya tersebut, Tim Antasena ITS juga telah berhasil meraih Gold Medal dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) pada Desember lalu. Dengan manfaat-manfaat yang dihadirkan dalam menjawab permasalahan energi di Indonesia pada masa yang akan datang, membuat karya dari tim ini dinilai layak mendapatkan penghargaan tersebut.

Fatah berharap agar Tim Antasena ITS dapat terus membuat inovasi-inovasi yang bisa membantu permasalahan masyarakat. Selain itu, ia juga berharap alat buatan timnya ini ke depan dapat diproduksi agar tujuan dari alat tersebut bisa direalisasikan ke masyarakat. “Dengan begitu, kami dapat membantu masyarakat dalam menghemat penggunaan energi listrik,” pungkasnya penuh harap. (ST05)

Tags: Energi ListrikEnergi TerbarukanInovasiITSSekam PadiTeknologi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In