• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

ITS Rancang Aplikasi Anti Covid, Rapid Test Bisa dari Rumah

by admin
Selasa, 29 Desember 2020

Surabayatoday.id, Surabaya – Meskipun Indonesia telah menerapkan kebijakan new normal atau kebiasaan baru, namun realitanya jumlah pasien positif covid-19 masih mengalami peningkatan. Guna mengatasi permasalahan tersebut, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sebuah aplikasi bernama Anti Covid, yang menawarkan perlindungan diri dari virus tersebut.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rosalia Kurniasari, Belinda Kezia Purwanto, dan M Dinandya Hendrico yang tergabung dalam Tim Hore. Mereka membuat sebuah inovasi berupa aplikasi yang bekerja sama dengan tenaga medis dan relawan.

Salah satu fitur unggulan Anti Covid ini adalah layanan rapid test dari rumah. Rosalia Kurniasari menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memenuhi aturan protokol kesehatan dan tidak paham mengenai prosedur rapid test. Kemudian masih banyak masyarakat yang takut untuk melakukan rapid test di rumah sakit.

BACA JUGA:  Bupati Anna Gagas Kejuaraan Bulutangkis Antar Kepala Desa Se-Jawa Timur

“Karena melihat kemungkinan terjangkit virus Covid-19 di rumah sakit sangat tinggi,” ungkapnya.

Padahal, lanjut sosok yang biasa disapa Rosa ini mengatakan di era new normal ini banyak kepentingan yang membutuhkan hasil rapid test. Misalnya saat akan menaiki kendaraan umum seperti kereta api.

Maka dari itu, tim Hore menyediakan fitur seperti layanan rapid test dari rumah. “Sehingga masyarakat itu tidak perlu khawatir terkena virus Covid-19 dari rumah sakit,” terang mahasiswa Departemen Teknik Kimia ini.

Ketika pengguna telah melakukan rapid test maka hasilnya dapat diunduh melalui aplikasi. Apabila pengguna dinyatakan reaktif, maka pasien akan diberi peringatan isolasi mandiri. Mereka juga akan diawasi oleh tenaga kesehatan selama 14 hari sesuai dengan aturan yang ada.

BACA JUGA:  Gagas Hydrotek, Solusi Emisi Gas di Indonesia

Selain itu, menurut Rosa, ada beberapa fitur lain yang ditawarkan, seperti pengguna dapat melakukan konsultasi terkait Covid-19 secara daring dengan tenaga medis. “Pengguna juga dapat mengetahui berita kesehatan terbaru khususnya mengenai info Covid-19,” papar mahasiswa angkatan tahun 2019.

Rosa mengatakan, aplikasi Anti Covid ini juga dapat membantu mencegah penularan dengan social distancing. Karena aplikasi ini dilengkapi dengan sistem director finding, sehingga mampu melacak lokasi pengguna.

Apabila terdapat dua pengguna atau lebih dalam jarak berdekatan, maka akan muncul notifikasi berupa peringatan untuk saling berjaga jarak satu sama lain.

BACA JUGA:  PWM Jatim Genjot Pembentukan Cabang di Seluruh Kecamatan dan Ranting di 8.501 Desa

Teknologi yang digunakan untuk melacak lokasi pengguna yaitu menggunakan fitur Bluetooth 5.1 dengan dilengkapi BLE (Bluetooth Low Energy), sehingga tidak banyak menguras baterai ponsel. Selain itu, aplikasi berbasis mobile ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework JQuery Mobile.

Harapannya, ide ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi yang sebenarnya. Sehingga dapat membantu melindungi dan mengedukasi masyarakat. Lalu juga untuk mempermudah pelayanan kesehatan, apalagi di masa pandemi era new normal seperti sekarang ini. (ST05)

Tags: Aplikasi Anti CovidITSPendidikanRapid TestTeknologi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In