• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

ITS Rintis Kawasan Binaan Lewat Produksi Filet dan Gelatin Halal di Pacitan

by Redaksi
Minggu, 6 Desember 2020

Surabayatoday.id, Pacitan – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merintis kawasan binaan di Kabupaten Pacitan. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan yang mendorong produksi filet dan gelatin halal dari ikan. Agenda dalam program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ini sudah berlangsung selama tiga bulan mulai Juli 2020.

Ketua tim Abmas ITS Lukman Atmaja menyampaikan bahwa produksi filet dan gelatin halal secara spesifik dilangsungkan untuk Pelabuhan Tamperan. Pelabuhan ini berstatus sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kelas II.

“Terdapat tiga komunitas nelayan tradisional yang menggunakan teknologi penangkapan sederhana, di mana umumnya peralatan penangkapan ikan dioperasikan secara manual dengan tenaga manusia dan kemampuan jelajah operasional terbatas pada perairan pantai,” papar Lukman.

Dosen berusia 59 tahun itu menginformasikan, program komprehensif yang digagas tersebut merupakan integrasi antara ITS dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan, Universitas Darussalam (Unida) Gontor, dan komunitas nelayan tradisional setempat. Ia menjabarkan kegiatan Abmas tersebut telah diikuti oleh 21 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang aktif.

BACA JUGA:  Rancang Strategi untuk Kurangi Emisi Karbon

Sedangkan dipilihnya Pacitan sebagai kawasan binaan, lanjut dosen Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini bahwa pihaknya mendukung produksi filet dan gelatin. Dikatakan, kondisi geografis Pacitan berbatasan langsung dengan laut yang memungkinkan adanya produksi dan pemasaran ikan beserta produk olahannya.

“Geografis Pacitan selatan memungkinkan pasokan ikan dari nelayan yang berkelanjutan sepanjang tahun, walaupun fluktuatif,” ujar Lukman.

Di samping itu, tamnah dia, faktor yang mendasari dipilihnya Pacitan disebabkan adanya kesulitan masyarakat dalam melakukan pemasaran ikan dan hasil olahannya. Kendala itu terjadi karena Pacitan jauh dari kota-kota besar seperti Surakarta, Jogjakarta, dan Surabaya.

BACA JUGA:  ITS Peringkat Pertama di Indonesia dalam Empat Bidang Sekaligus versi Edurank

Dengan demikian, Lukman menegaskan bahwa program Abmas ditujukan untuk membantu menaikkan efektivitas pemanfaatan pengolahan ikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dalam pelaksanaan program, tim Abmas ITS mengagendakan upaya pencerdasan terkait konsep nilai tambah dari produk konvensional menjadi produk inovatif, nilai penting produk makanan yang halal, pertumbuhan global halal market, serta prosedur pengurusan sertifikat halal.

“Kami menjelaskan tata cara pembuatan filet dan gelatin yang higienis dan baik. Selanjutnya, ada lokakarya produksi filet dan gelatin sekaligus demonstrasi penggunaan gelatin yang dihasilkan dari pelatihan sebelumnya,” beber Lukman lagi.

Pengembangan kawasan rintisan oleh tim Abmas ITS disambut baik. Ini terlihat dari tingginya animo masyarakat setempat. Dosen kelahiran Jombang itu menerangkan bahwa respon masyarakat berada pada kategori luar biasa. Semua kegiatan dilakukan secara luring, yakni datang langsung ke Pacitan.

BACA JUGA:  Manfaatkan AI, Doktor ITS Kembangkan Metode Pengenalan Aktivitas Manusia

“Termasuk kunjungan ke 21 lokasi produksi dari 21 UMKM yang ikut dalam pengabdian ini, yang tersebar di Pacitan kota, Pacitan pedesaan dan Pacitan Barat,” ungkap pakar termodinamika tersebut.

Di akhir progam pengabdian mayarakat ini, Lukman menerangkan bahwa semua UMKM telah bersepakat untuk menjadi bagian dari Kawasan Binaan ITS selama tiga tahun ke depan, yakni dari tahun 2021 hingga 2023. Sedangkan untuk memastikan keberlanjutan kemanfaatan yang telah diterima, UMKM baru untuk gelatin halal juga telah dirintis. (ST05)

Tags: FiletGelatin HalalITSKawasan BinaanPacitanProduksi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In